Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2011

Zaitun, Minyak yang Istimewa

Minyak Zaitun kini semakin diminati orang. Khasiatnya yang istimewa membuat namanya makin tenar. Semakin banyak orang yang menggunakan Minyak Zaitun untuk berbagai keperluan, untuk perawatan luar tubuh maupun untuk diminum.
Minyak Zaitun memang identik dengan minyak kesehatan. Minyak yang kaya komponen gizi ini dapat mempercantik dan melangsingkan tubuh, mencegah kanker, menurunkan kadar gula, serta menangkal osteoporosis. Untuk perawatan kecantikan Minyak Zaitun berkhasiat untuk menghilangkan ketombe, mengobati kulit kering, dan keriput.
Sumber squalene
Minyak zaitun mengandung senyawa seperti fenol, tokoferol, sterol, pigmen, dan squalene, yang memegang peran penting dalam kesehatan.
Ia juga mengandung triasilgliserol yang sebagian besar berupa asam lemak tak jenuh tunggal jenis asam oleat (omega-9). Kandungan asam oleat 55-83 persen dari total asam lemak.
Karena asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal, risiko teroksidasi lebih rendah daripada asam linoleat (omega-6) dan linolenat (omega-3). Keduanya termasuk kelompok asam lemak tak jenuh ganda. Asam oleat mampu mereduksi serum LDL (lowdensity lipoprotein) atau kolesterol jahat penyebab aterosklerosis, yang menjadi cikal bakal stroke.
Konsentrasi squalene minyak zaitun tertinggi dibandingkan dengan jenis minyak lain. Jumlahnya bervariasi, mulai dari 2.500-9.250 mikrogram per gram. Minyak lain hanya mengandung 16-370 mikrogram per gram.
Squalene adalah zat organik berupa cairan encer tetapi bukan minyak karena tidak mengandung asam lemak atau gugusan COOH (karboksil), berwarna semu kuning atau putih bening, berbau khas. Secara alamiah squalene terdapat di dalam tubuh dan tersebar di semua organ dan jaringan, bersifat serbaguna. Contohnya, squalene di kulit berfungsi sebagai komponen utama zat pelicin.
Manfaat squalene luar biasa. Beberapa rumah sakit milik universitas di Tokyo dan Fukuoka, serta rumah sakit nasional di Jepang melaporkan bahwa squalene bermanfaat untuk mengobati penyakit kanker. Sudah lama ia dikenal sebagai interferon inducer (IFN). Interferon berfungsi meningkatkan jumlah maupun aktivitas sel natural killer (NK) atau lymphocytes.
Dokter dan peneliti di bidang onkologi percaya, peningkatan jumlah dan aktivitas sel NK pada penderita kanker memberikan efek penyembuhan yang sangat baik. Komponen ini juga meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit TBC, hepatitis, flu, dan lain-lain.
Squalene juga sangat baik untuk penderita diabetes. Squalene adalah bahan baku pembuat hormon insulin. Ia berfungsi memperkuat dan memperbaiki kelenjar pankreas. Berarti berpengaruh positif terhadap penyembuhan penyakit diabetes melitus.
Zaitun Kaya Antioksidan
Salah satu komponen penting minyak zaitun adalah tokoferol (vitamin E), terdiri atas tokoferol alfa, beta, gama, dan delta. Jenis alfa paling tinggi konsentrasinya, hampir mencapai 90 persen dari total tokoferol. Karena itu, minyak ini sangat ideal sebagai antioksidan.
Warna minyak zaitun murni sebagian besar disumbang oleh klorofil, feofitin, dan karotenoid. Klorofil dan feofitin mampu melindungi minyak terhadap oksidasi dalam kondisi gelap, sedangkan karotenoid melindunginya dari oksidasi dalam kondisi terang. Ketiga pigmen tersebut memudahkan penyerapan minyak di dalam tubuh.
Proses pemurnian minyak zaitun menghasilkan sejumlah komponen lain yang bermanfaat, di antaranya hidroksitirosol dan tirosol. Hidroksitirosol terbukti efektif meningkatkan aktivitas antioksidan dalam plasma serta melindungi terhadap oksidasi LDL.
Tirosol beserta antioksidan fenolik lainnya mampu mengikat LDL, sehingga dapat menunda proses aterosklerosis. Hasil samping tersebut mempunyai aktivitas yang lebih baik dibanding minyak zaitun itu sendiri, khususnya dalam mencegah oksidasi LDL.
Manfaat minyak zaitun untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah stroke telah terbukti secara ilmiah. Sebuah studi menyebutkan, pasien berusia 64-71 tahun menunjukkan penurunan total kolesterol setelah diberi dua sendok makan minyak zaitun setiap hari.
Riset di Barcelona menunjukkan extra virgin olive oil merupakan jenis minyak zaitun paling baik untuk mencegah gula darah dan oksidasi LDL, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Refensi:
My Healthy Life Trio Herbal, Redaksi Trubus – Trubus Swadaya 2010 dan referansi
sumber : http://proherbal.net/zaitun-minyak-yang-istimewa/
baca selanjutnya “Zaitun, Minyak yang Istimewa”

Herbal Hebat Bernama Habbatussauda

Habbatussauda merupakan tanaman yang memiliki banyak sekali manfaat. Di negeri kita ia biasa disebut dengan istilah jinten hitam. Meski bukan tanaman asli Indonesia, keberadaan Habbatussauda kini semakin diterima sebagai salah satu herbal yang memiliki khasiat mujarab.
Kehebatan Habbatussauda ini telah dinyatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, yang memberitakan bahwa di dalam Habbatussauda terkandung obat bagi segala penyakit kecuali kematian.
Disebutkan oleh Imam Al-Bukhari (hadits no. 5687), beliau meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha  bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, artinya:
“Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terkandung obat untuk segala penyakit, kecuali as-sam.” Aku bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Maut.”
Di dalam riwayat Muslim (no. 2215) disebutkan:
“Tidak ada satupun penyakit melainkan di dalam Habbatussauda terdapat kesembuhan baginya, kecuali kematian.”
Habbatussauda termasuk tanaman bunga Fennel dari keluarga Buttercup (Ranunculaceae). Menurut sejarah tanaman herbal ini berasal dari perbatasan laut Mediterania dan anak benua India, yang awalnya ditemukan di pemakaman Tuthankhamen, Mesir. Kini Habbatussauda telah tersebar ke banyak wilayah dunia seperti jazirah Arab (Yaman, Saudi Arabia), Siria, Irak, sebagian Asia Tengah (India, Pakistan), negara-negara Laut Tengah (Yunani, Siprus) dan Amerika.
Biji yang Diberkahi
Biji Habbatussauda berbentuk kecil dan berserabut, panjangnya antara 1-2 mm, berwarna hitam, berbentuk trigonal dan tampak seperti bola api bila dilihat dengan mikroskop. Ia memiliki rasa yang kuat dan pedas.
Karena memiliki khasiat yang luar biasa, beberapa negara menyebut Habbatussauda sebagai Habbatul Barokah (blessed seed / biji yang diberkahi). Ia dianggap sebagai salah satu jenis obat terbaik sepanjang zaman untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan kesehatan, diantaranya sakit pernafasan, penyakit kulit, sakit perut dan usus, ginjal dan fungsi hati, peredaran darah dan kekebalan tubuh, menghasilkan kulit wajah yang cerah, mengobati batuk dan asma, kencing manis, rambut rontok, tekanan darah tinggi, susah tidur, sakit otot dan sendi, rasa mual dan muntah, menurunkan kolesterol, pengobatan diabetes militus, merawat batu ginjal serta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan secara umum.
Komposisi zat-zat kimia alami (natural biochemical substaances) yang terkandung dalam biji habbatussauda secara umum terdiri dari 40 % minyak konstan (fatty oil contents), 1,5 % minyak ensensial (esential oil contents), 15 asam amino (alanine, arginine, isoleucine, lysine, tryptophane, thyrosine, threonine, asparagine, cystine, glycine, glutamic acid, metionine, dan proline), ion kalsium (Ca2+), zat besi (Fe2+), ion sodium (Na+), dan potasium (K+). Sedangkan kandungan utama pada biji Habbatussauda adalah Thymoquinone (TQ), Dithymoquinone (DTQ), dan Thymol (THY).
Habbatussauda juga memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi, seperti protein, lemak, karbohidrat, thiamin, riboflavine, pyridoxine, niacine, folacine,  kalsium, zat besi, seng, dan fosfor.
Biji Habbatussauda secara tradisional dimanfaatkan dalam bentuk serbuk dengan cara ditumbuk atau digiling. Namun seiring perkembangan zaman, kini telah tersedia Habbatussauda dalam bentuk minyak yang merupakan ekstraksi dari biji Habbatussauda.
Habbatussauda sangat baik untuk membantu memperkuat metabolisme, pencernaan dan menurunkan tingkat kadar gula dalam darah. Dalam masalah pencernaan, Habbatussauda membantu merangsang cairan empedu dan mendorong sirkulasi darah, melawan cacing dan parasit pada saluran usus. Menurut Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Habbatussauda bisa untuk mengobati 50 jenis penyakit tanpa menimbulkan efek samping.
Dalam buku Habbatussauda Thibbun Nabawy untuk Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit, dr. Hendrik M. Kes menyebutkan, dari berbagai penelitian yang dilakukan terhadap Habbatussauda dapat diketahui bahwa ekstrak minyak Habbatussauda memiliki banyak sekali khasiat, diantaranya untuk mencegah turunnya Haemoglobine (Hb) dan jumlah Lekosit,  mencegah kerusakan pada hati, darah, dan ginjal akibat pemberian obat-obatan kanker, sebagai antioksidan, untuk mengobati sirosis hepatitis, dan sebagai anti hepertensi (sebanding dengan diuretik dan ca-blocker). Juga berkhasiat sebagai anti diabetes mellitus, sebagai anti kolesterol, anti kanker payudara, kanker usus besar, paru-paru, hati, dan prostate. Sebagai anti tumor, anti kanker darah (leukimia),  untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai anti histamin, anti inflamasi (peradangan), sebagai anti biotik (baik untuk bakteri gram positif maupun negatif), sebagai anti virus, anti jamur, anti cacingan, menghambat aktivitas infeksi virus AIDS, sebagai anti flu, anti pilek dan hidung tersumbat (rhinitis).
Juga sebagai anti nyeri, anti infeksi saluran kemih, anti peradangan di rongga pelvis (panggul), sebagai pengobatan neuro imunune apendicitis, sebagai anti depresi, sebagai anti panik, anti rematik, anti osteoporosis, sebagai anti asma, anti bronkitis, anti bisa hewan seperti ular, kalajengking, laba-laba, kucing, anjing, kelinci, dan monyet. Dapat juga sebagai anti stroke, sebagai anti kejang, anti epilepsi, anti sakit maag, sebagai obat pencahar, untuk mempercepat proses pembekuan darah, sebagai suplemen tubuh, dan lain-lain.
Aman Sebagai Obat
Mengutip hasil penelitian Tissera et al yang dilakukan pada tahun 1996, dr. Hendrik M. Kes juga menyebutkan bahwa Habbatussauda tidak menimbulkan efek keracunan, efek samping yang serius bagi tubuh, atau bahkan kematian.
Juga dilaporkan tidak ditemukan adanya kejadian ketergantungan pemakaian zat/obat (adiksi), interaksi antar penggunaan obat (baik obat-obatan herbal maupun kimiawi sintetik/konvensional lainnya), timbulnya kelainan cacat bawaan (komplikasi teratogenik), dan timbulnya keganasan (komplikasi karsinogenik) pada tubuh.
Dosis Habbatussauda
Untuk memelihara kesehatan atau pengobatan penyakit ringan, dosis atau aturan minum Habbatussauda adalah 40-80 mg/kg berat badan per hari untuk sediaan bubuk atau 2-3 x ½-1 sendok teh setiap hari untuk sediaan cair (-+ 2,5 – 5 ml).
Untuk penyakit yang tergolong sedang diberikan dengan dosis 100 – 200 mg/kg berat badan atau 3-4 x ½ sampai 1 sendok teh per hari untuk sediaan cair. Sedang untuk penyakit berat dosisnya 200-300 mg/kg berat badan atau 4-5 x ½ sampai 1 sendok teh per hari untuk sediaan cair. Semua dosis tersebut bisa dibagi dalam 3-5 kali minum dalam sehari.
Kombinasi Habbatussauda dengan minyak zaitun dan madu akan makin efektif dalam mengobati penyakit, dengan dosis masing-masing 3 kali ½ sampai dengan 1 sendok teh.

Referensi:
Habbatus Sauda Thibbun Nabawy untuk Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit, dr. Hendrik M. Kes, Pustaka Iltizam Solo (2009).
sumber : http://proherbal.net/herbal-hebat-bernama-habbatussauda/
baca selanjutnya “Herbal Hebat Bernama Habbatussauda”

Madu Memang Obat yang Istimewa

Bagaimana tidak istimewa. Bila obat-obatan lain harus melalui percobaan atau penelitian untuk mengetahu khasiatnya, maka tidak demikian dengan madu. Khasiat madu langsung diberitakan oleh Allah di dalam Al Qur’an dan melalui petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa salam. Keistimewaan lainnya, madu merupakan cairan yang dihasilkan dari binatang yang mendapat ilham (petunjuk) dari Allah untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang memberi manfaat bagi manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qoyyim Al Jauziyah bahwa lebah merupakan binatang yang paling banyak manfaat dan barakahnya. Allah berfirman: “Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An Nahl: 68-69)
Keistimewaan Lebah
Bila kita melihat kehidupan lebah, tidak ada perasaan yang muncul kecuali rasa takjub. Bagaimana mereka membuat sarang, bagaimana mereka mengatur tugas diantara mereka, bagaimana mereka menjaga sarangnya dari berbagai bahaya, bagaimana mereka mencari bunga untuk bahan makanan, semua berjalan begitu rapi dan sempurna. Ini merupakan perwujudan dari ilham yang Allah berikan kepada lebah. Yaitu mereka memiliki keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh binatang lain. Bentuk ilham yang Allah berikan kepada lebah sangat banyak, diantaranya: Lebah mampu untuk membuat rumahnya di gunung-gunung, pohon-pohon, atau pada tempat-tempat yang dibuat manusia khusus untuk mereka. Rumah lebah sangat bagus, kokoh, dan tidak ada celah yang rusak sehingga musuh bisa masuk.
Dalam hal makanan, lebah bisa makan semua jenis buah dan bunga, lalu menghasilkan madu sesuai jenis nektarnya. Allah memberi kemudahan pada lebah untuk menempuh perjalanan yang panjang dan berat, menyusuri lembah-lembah yang luas, gunung-gunung yang menjulang, dan daratan yang ganas. Bahkan lebah bisa membawa sarang dan madunya berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Lebah membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain.
Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat. Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. Kandungan Madu Lebah menghasilkan madu lebih banyak dari yang mereka dibutuhkan. Bahkan jumlahnya bisa mencapai sepuluh kali lebih banyak. Tentunya ini adalah atas kehendak Allah agar madu yang dihasilkan tersebut bisa dimanfaatkan oleh manusia.
Madu tersusun atas beberapa unsur, diantaranya adalah karbohidrat. Karbohidrat yang dikandung madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persen karbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.
Keunikan Madu
Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak berbahaya seperti gula. Sementara kandungan asam organik dalam madu antara lain asam glikolat, asam format, asam laktat, asam sitrat, asam asetat, asam oksalat, asam malat, dan asam tartarat. Dari beberapa asam tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan yakni berguna bagi metabolisme tubuh, di antaranya asam oksalat, asam tartarat, asam laktat, dan asam malat. Bahkan dalam asam laktat terdapat kandungan zat laktobasilin yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor. Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak.
Kandungan mineral yang ada dalam madu alam, tergantung dari mana sari bunga yang dihisapnya. Bunga tersebut di tanam pada tanah yang banyak kandungan mineral tertentu. Sehingga banyaknya kandungan zat besi, tembaga dan mangan akan menjadikan madu berwarna gelap, sementara zat besi erat hubungannya dengan pewarnaan darah (hemoglobin). Beberapa kandungan mineral dalam madu adalah Belerang (S), Kalsium (Ca), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Besi (Fe), Fospor (P), Klor (Cl), Kalium (K), Magnesium (Mg), Yodium (I), Seng (Zn), Silikon (Si), Natrium (Na), Molibdenum (Mo) dan Aluminium (Al). Zat tembaga sangat penting bagi manusia berkaitan dengan hemoglobin, dan kekurangan zat tersebut menyebabkan berkurangnya ketahanan tubuh, dan memicu meningkatnya kadar kolesterol. Zat mangan berfungsi sebagai antioksidan dan berpengaruh besar dalam pengontrolan gula darah serta mengatur hormon teroid. Magnesium pegang peran penting mengaktifkan fungsi replikasi sel, protein dan energi. Yodium berguna bagi pertumbuhan dan membantu dalam pembakaran kelebihan lemak pada tubuh. Jika kekurangan seng biasanya kesehatan menurun, mudah terjadi infeksi dan sering terjadi gangguan kulit.
Adapun kegunaan kalsium dan fospor sangat berguna bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Besi (Fe) membantu proses pembentukan sel darah merah. Magnesium, fospor dan belerang berkaitan dengan metabolisme tubuh. Molibdenum berguna sekali untuk pencegahan anemia dan penawar racun (terutama bagi orang yang suka minuman keras/alkohol). Vitamin yang ada dalam kandungan madu, di antaranya Vitamin B2 (Riboflavin), B5 (asam pantotenat), B6 (Piridoksin), vitamin A, vit C, vit K, dan betakaroten. Vitamin A pegang peran penting bagi pertumbuhan dan perkembangan serta mempertahankan kesehatan tubuh. Juga berkaitan dengan hormon andrenalin dan hormon teroid serta mengatur bekerjanya sel-sel saraf. B2 (Riboflavin) berfungsi membantu pertumbuhan dan reproduksi. Kekurangan riboflavin mengakibatkan bibir pecah-pecah, iritasi pada lidah, mata terasa gatal, dan seringkali terjadi katarak. B5 (Pantotenat) pegang peran dalam produksi hormon andrenalin dan sel-sel darah merah. B6 (Piridoksin) pegang peran penting sebagai benteng pertahanan keseimbangan hormon dan mengatur fungsi kekebalan. Vit C (berguna sebagai suplemen) sangat berguna bagi penyembuhan luka, antioksidan serta kekebalan.
Madu sebagai antibiotik, antibakteri dan antiseptik
Selain itu madu juga mengandung antibiotika sebagai antibakteri dan antiseptik menjaga luka. Bahkan madu bisa cepat menyembuhkan luka bakar akibat tersiram air mendidih atau minyak panas Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Beberapa keistimewaan madu diantaranya: Mudah dicerna Hal ini disebabkan molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya fruktosa menjadi glukosa) menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga mudah diserap oleh tubuh. Madu juga membantu ginjal dan usus untuk bekerja lebih baik. Dibandingkan dengan gula, dalam takaran yang sama jumlah kalori yang ada pada madu 40% lebih rendah.
Madu juga tidak menyebabkan kegemukan meskipun mampu memberi energi yang besar. Jika dicampur dengan air hangat, madu mampu berdifusi dengan darah dalam waktu sekitar 7 menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi lebih baik karena otak merupakan konsumen gula yang besar. Membantu pembentukan darah Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan darah, termasuk pula mampu membersihkan darah. Madu juga berpengaruh positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Membunuh bakteri Madu memiliki sifat inhibisi, yaitu mampu membunuh bakteri.
Penelitian tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila diencerkan dengan air. Mengandung Royal Jelly Royal Jelly adalah zat yang dihasilkan lebah pekerja di dalam sarang. Zat bergizi tinggi ini mengandung gula, protein, lemak, dan berbagai vitamin. Dengan kandungan yang begitu lengkap dan rasanya pun enak, pantaslah madu disebut sebagai obat istimewa. Ia merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, yaitu menjadikannya sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. (ph)
sumber : http://proherbal.net/488/
baca selanjutnya “Madu Memang Obat yang Istimewa”