Selasa, 22 September 2026

Sedekah Bukti Keimanan Hamba

📝 TRANSKRIP KHUTBAH JUM'AT 

💺🎙 Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Idris-hafizhahullah-

🔰 Tema :
"Sedekah merupakan bukti kejujuran iman orang yang bersedekah"

🗓 Jum'at, 08 Rabiul Awwal 1448 H / 21 Agustus 2026 M

🕌 Masjid Al-Khoir Ma'had Daarul Atsaar Purwakarta

#khutbahjumat@salafypurwakarta



Khutbah Pertama 

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. 
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ، 
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ. 
'Ibadallah, kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. 

Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
"Sedekah merupakan burhan, merupakan bukti. (HR. Ahmad) 

Bukti bagi apa? Disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله: 

أَيْ دَلِيلٌ عَلَى صِدْقِ إِيمَانِ الْمُتَصَدِّقِ.
Itu adalah bukti atas jujurnya, benarnya keimanan orang yang melakukan sedekah tersebut. [Syarah Riyadhus Shalihin]

Karena orang yang bersedekah, atau ketika orang beriman mereka bersedekah, mereka meyakini janji-janji Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Mereka yakin sedekah mereka akan dibalas oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:

وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Dan apa yang kalian infakkan dari kebaikan (dari harta) maka akan dibalas, akan diganjar untuk kalian dan kalian tidak akan dizalimi. (QS. Al-Baqarah: 272) 

Inilah ganjaran ketika seorang beriman, ketika mereka mengeluarkan sedekah, mereka yakin Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى akan membalasnya di akhirat, dan bahkan mereka yakin yang Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى membalasnya dengan berlipat-lipat ganda, berkali-kali lipat. Sebagaimana firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ 
permisalan orang-orang yang menginfakkan harta-harta mereka di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah seperti orang yang menanam satu benih kemudian benih tersebut menumbuhkan, mengeluarkan tujuh ranting dan di setiap rantingnya memiliki seratus biji. (QS. Al-Baqarah: 261) 

Inilah pahala yang sangat besar, bahkan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى bisa memberikan pahala lebih dari itu:

وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 
​"Dan Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261) 

Inilah balasan bagi mereka yang bersedekah di jalan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Bahkan balasan dari Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى bukan hanya sebatas di akhirat, tetapi mereka pun (orang-orang yang bersedekah) mereka mendapatkan balasan di dunia. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ 
Dan apa yang kalian infakkan dari sesuatu (dari harta benda) maka Allah yang akan memberikan  gantinya (memberikan iwadl, memberikan badal) dan Allahlah sebaik-baik pemberi rezeki. (QS. Saba': 39) 

Dikatakan oleh Al-Imam Al-Kalbi di dalam tafsir ayat ini: 

وَهُوَ يُخْلِفُهُ عَلَى الْمُنْفِقِ. أَمَّا أَنْ يُعَجِّلَهُ لَهُ فِي الدُّنْيَا وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ
Dan Allahlah yang akan memberikan ganti kepada orang-orang yang bersedekah tersebut. dan bisa jadi diganti disegerakan harta tersebut dilipatgandakan di dunia, dan bisa jadi adalah disimpan sebagai pahala kelak di akhirat. (Tafsir Ath-Thabari) 

Dan juga bisa jadi keduanya. Inilah balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang menginjakkan, mensedekahkan hartanya di jalan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. 

Rasulullah ﷺ juga menyebutkan tentang orang-orang yang bersedekah akan mendapatkan ganti sebagaimana disebutkan di dalam hadits. 

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ 
"Tidaklah setiap hari yang hamba berada di pagi hari tersebut pada hari tersebut, kecuali pada hari tersebut, di pagi hari tersebut dua malaikat turun,

فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللّٰهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
maka salah satu dari malaikat tersebut mengatakan: Ya Allah berikanlah orang-orang yang berinfak gantinya.

وَيَقُولُ الْآخَرُ اللّٰهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Dan berkata malaikat yang lain: Ya Allah berikanlah orang-orang yang menahan hartanya dari yang seharusnya dikeluarkan secara wajib yaitu berilah talafa (kehancuran, kerusakan, baik rusak fisiknya maupun barokahnya). (HR. Bukhari dan Muslim) 

Maka inilah janji Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dan juga apa yang diucapkan oleh Rasulullah ﷺ, tentang 
sedekah pada hakikatnya tidak mengurangi harta seseorang. Rasulullah ﷺ

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim) 

Bisa jadi maknanya adalah sebagaimana disebutkan Al-Imam Nawawi رحمه الله []،

أَنَّهُ يُبَارِكُ فِيهِ وَيُدْفَعُ عَنْهُ  الْمَضَرَّاتُ
"Bahwasanya Dia memberkahi nya. Dan ditolak (dijauhkan) dari dirinya berbagai kemudharatan (keburukan)." (Syarh Shahih Muslim) 

Jadi, hartanya walaupun secara fisik nominal berkurang tetapi diberikan barokah, dan bisa jadi dengan sebab sedekah tersebut walaupun secara fisik berkurang hartanya tetapi dia dicegah dari bencana-bencana. Walaupun secara fisik berkurang, tetapi pahala yang diberikan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى tidak sebanding dari harta yang berkurang (karena sedekah). Dan bisa jadi ini adalah benar-benar tidak berkurang artinya setelah itu adalah Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى akan ganti harta tersebut dan bahkan dengan ganti berkali-kali lipat.


Khutbah Ke Dua 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى

Telah disebutkan bahwasanya seseorang yang dia bersedekah maka Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى akan berikan pahala berkali-kali lipat, sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Bahkan bisa lebih dari itu. Maka seseorang ketika bersedekah pahalanya berbeda-beda sesuai dengan keikhlasan, sesuai dengan kondisi seseorang dan keadaan seseorang. Maka pada kesempatan kali ini kita akan sebutkan beberapa keadaan yang sadaqah menjadi lebih afdhal, lebih besar pahalanya ketika dilakukan di keadaan tersebut. 

Keadaan yang pertama adalah ketika seseorang bersedekah dalam keadaan sahih, dalam keadaan sehat maka pahalanya lebih besar. Rasulullah ﷺ ketika itu datang seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ

يَا رَسُولُ اللّٰهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا
"Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?"

Maka dijawab oleh Rasulullah ﷺ. 

أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ
"Engkau bersedekah dalam keadaan sehat dan dalam keadaan engkau ketika itu kikir dan bakhil (memiliki perasaan berat untuk mengeluarkan harta)." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Dan ini adalah sesuatu yang berkaitan. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat mereka pelit untuk bersedekah. Sebaliknya orang yang dalam keadaan sakit, orang yang sudah tua renta, sudah tidak muda lagi, maka mereka lebih ingat kepada kematian, lebih mudah untuk mengeluarkan sedekah. Maka sedekah yang lebih besar pahalanya adalah ketika dia mulai bersedekah dalam kondisi dia masih sehat, atau dia sudah mulai bersedekah dalam kondisi dia masih muda, karena biasanya yang muda, mereka memiliki badannya masih sehat (merasa jauh dari kematian).

Kemudian keadaan yang lainnya, yang menjadikan sedekah menjadi lebih besar pahalanya adalah ketika dia bersedekah sirriyyah, ketika dia bersedekah sembunyi-sembunyi. Walaupun ini bukan secara mutlak, tetapi secara umum sedekah dengan sembunyi-sembunyi ini adalah lebih baik dibandingkan bersedekah dengan terang-terangan. Walaupun ada kondisi-kondisi tertentu, yang ketika seseorang bersedekah terang-terangan itu adalah lebih baik, misalkan agar يُقْتَدَى بِهِ, "agar orang lain bisa mengikutinya," memberikan motivasi agar orang lain ikut sedekah. Tetapi secara umum Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:

إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ 
"Jika kalian tampakkan sedekah kalian maka itu baik, dan jika kalian sembunyikan dan diberikan kepada orang-orang fakir, orang-orang yang membutuhkan, maka itu adalah lebih baik untuk kalian." (QS. Al-Baqarah 271)

Rasulullah ﷺ bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
" Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى pada hari yang tidak ada naungan melainkan dari Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى." 

di antaranya adalah:

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
" Seseorang yang bersedekah dengan sebuah sedekah kemudian dia sembunyikan bahkan tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Kemudian keadaan berikutnya, kondisi yang menyebabkan sedekah itu adalah lebih afdhal adalah ketika sedekah tersebut diberikan kepada orang yang membutuhkan dan apalagi orang yang membutuhkan tersebut adalah kerabat dekatnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
"Bersedekah terhadap orang miskin yang tidak mampu itu adalah sedekah, dan bersedekah kepada orang yang memiliki silaturahmi, kepada kerabatnya, maka ada dua faedah, yaitu adalah pahala sedekah dan juga menyambung tali silaturahmi. (HR. Tirmidzi) 

Kemudian keadaan yang keempat, yang menyebabkan seseorang ketika bersedekah pada kondisi tersebut itu lebih afdhal adalah جُهْدُ الْمُقِلِّ, yaitu ketika seseorang dalam keadaan kekurangan, dalam keadaan hartanya sedikit tetapi dia tetap berkorban dan tetap berusaha untuk bersedekah.

Rasulullah ﷺ ditanya: "Sedekah yang seperti apa yang afdal?" 
Maka beliau menjawab : جُهْدُ الْمُقِلِّ Adalah orang yang dalam keadaan muqill, hartanya sedikit tetapi dia tetap berusaha untuk bersedekah. (HR. Bukhari dan Muslim) 

Tentunya sedekah tidak berarti dinilai dari nominalnya, dari berapa besarnya, tetapi dari pengorbanan dia. Sedekah sepuluh ribu dari orang yang memiliki seratus ribu tentunya ini lebih besar pahalanya dibandingkan sedekah sepuluh ribu dari orang yang memiliki jutaan. Tentunya ketika keduanya sama-sama ikhlas, tentunya yang mengerahkan pengorbanan lebih besar, maka ini adalah lebih besar pahalanya. 

Kemudian sedekah yang berikutnya, yang manfaatnya lebih besar, lebih afdhal adalah صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ, sedekah yang dia menyedekahkan harta atau benda kemudian harta tersebut dan benda tersebut masih terus dipergunakan dan mendatangkan pahala yang mengalir. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ...... إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ 
"Apabila seseorang meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga.... Dan di antaranya adalah shadaqatun jariyah." (HR. Muslim) 

Maka ini adalah di antara beberapa kondisi yang menyebabkan sedekah lebih besar, lebih afdhal pahalanya, yaitu apa yang telah kita sebutkan dan tentunya ini bukanlah pembatasan, masih ada lagi kondisi-kondisi lainnya. Kondisi yang menyebabkan sedekah lebih afdal dan lebih besar pahalanya. 

Kita memohon kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menjadikan kita semua orang-orang yang mudah dan diberikan pertolongan untuk bisa melakukan sedekah. 

أَقِمِ الصَّلَاةَ
baca selanjutnya “Sedekah Bukti Keimanan Hamba”